berita terkini palestin


Dahlan Ganti Abbas ?

Imej


8 November 2016 - Bekas Ketua Keselamatan Palestin, Muhammad Dahlan, terkenal karena kerjasamanya dengan Fetullah Terrorist Organization(FETO) dan sikap anti-Turki, menerima sokongan dari Emirat Arab Bersatu dan rejim Mesir, mungkin akan mengambil alih posisi Abbas pada akhir November depan.

Kelompok Fatah ini bersiap sedia untuk memilih pemimpin baru mereka dimana Mahmoud Abbas, presiden Palestinian National Authority dan pemimpin Fatah, kemungkinan besar tidak akan lagi meneruskan jawatan tersebut. Saiangan utama Abbas, Muhammad Dahlan yang tinggal sekrang ini di Emirat Arab Bersatu dan belum pernah menjejaki kakinya ke Palestin sejak 5 tahun lepas.

Abbas 81 tahun yang telah memecat Dahlan dari kelompok Fatah pada 2011. ā€¯Emirat Arab Bersatu, Mesir dan Jordan dilihat telah merancang untuk menggantikan Mahmoud Abbas dengan Muhammad Dahlan untuk berkuasa semula ke atas Fatah dan Authoriti Palestin,"Middle East Eye melaporkan pada Mei lalu, mengutip sumber tanpa nama dari Palestin.

Dahlan adalah tokoh popular karena beliau telah bergabung dalam rundingan damai Syria di Cairo pada March lalu, ikut serta dalam pertemuan yang diselenggarakan oleh Presiden Rusia Valdimir Putin pada 2015 dan muncul di beberapa saluran TV, menampilkan dirinya sebagai seorang tokoh yang dapat menyelamatkan Palestin.

Dahlan juga mempunyai pengaruh yang cukup besar di Mesir melalui hubungan langsung dengan Al-Sisi, yang memungkinkan beliau untuk mempengaruhi media Mesir.
Selain itu, beliau mampu untuk membeli beberapa laman sesawang berita di Jordan, "Al-Monitor melaporkan April lalu.

Permusuhan beliau terhadap Turki sangat jelas apatah lagi kedudukannya disokong oleh Emirat Arab Bersatu dan As-Sisi. Dahlan memperolehi kerakyatan Serbia pada 2013 setelah berjanji pada Belgrade untuk membawa pelaburan bernilai jutaan dolar. "Pada bulan Februari 2015, Ivica Dacic, Menteri Luar Negeri Serbia, menegaskan bahwa Serbia telah menghadiahkan Dahlan kerakyatan pada 2013. Dahlan dilaporkan berjanji pada Serbia pelaburan jutaan dolar dari UEA,"Balkan Insight melaporkan Julai lalu.

Dahlan dengan jaringan serantau dan antarabangsa di Cairo dan Abu Dhabi, membuatknya memiliki pengaruh besar karena beliau dianggap sebagai penasehat Keselamatan Putra Mahkota UEA, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan. Posisi ini telah memberikan Dahlan kuasa dan kehidupan mewah di UEA.

Beberapa media Turki juga memberitakan Dahlan terlibat secara langsung dalam kudeta 15 Julai, yang didalangi oleh anggota Fetullah Terrorist Organization (FETO). Kenyataan yang dikeluarkan oleh pihak Mesir, setelah kudeta, memastikan bahawa anggota FETO diberi perlindungan di Mesir telah mewujudkan banyak persoalan apakah Dahlan dan rejim otokratik Mesir bekerjasama menentang Turki. Selain itu, saluran TV milik Dahlan, Gad al-Arabi, yang beroperasi di Mesir telah memasang poster - secara visual - Erdogan, menggambarkan dirinya sebagai Sultan. Setelah pemimpin FETO Fethullah Gulen di temuramah oleh saluran TV tersebut.

Selain poster Erdogan, poster - secara visual - pemimpin Tertinggi Syiah dan Revolusi Iran, Ayatullah Ali Khamenei di pamerkan seolah-olah berada di jalanraya Cairo, Mesir - secara visual - menyebabkan protes media massa di Mesir ke atas poster tersebut.

Sumber: Middle East Update   |   Terjemahan: Abumohd (Admin)
 |  
 |